Praktik
Sapto Raharjo adalah seorang seniman yang identik dengan gamelan. Tak hanya gamelan tradisi, Sapto juga melakukan ekplorasi gamelan dengan menggunakan teknologi modern seperti komputer dan penyintesis. Perannya bagi perkembangan gamelan semakin jelas ketika ia membuat festival internasional Yogyakarta Gamelan Festival pada tahun 1995 yang hingga kini masih berlangsung.
Pada Jumat dini hari, 27 Februari 2009, Sapto tutup usia pada usia 54 di Rumah Sakit Panti Rapih pada pukul 01.50 WIB karena penyakit sirosis atau pengerutan hati. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman Blunyah Gede, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta.
Rincian aktivitas ini merupakan hasil pembuatan bunga rampai dari buku autobiografi Sapto Raharjo yang berjudul “Mendaki Samudera Bunyi – 50 Tahun Sapto Raharjo Beresonansi”
Rincian Aktivitas
Jenis Judul Tahun Pranala Pembelajaran Terlibat sebagai anggota dalam sanggar tari dan karawitan “Arena Budhaya” di Yogyakarta untuk mempelajari gamelan, struktur gending, dan tarian Jawa (terutama tari Ramayana) 1963-1971 – Pembelajaran Membentuk grup musik bersama SMA 3 Band (memainkan musik rock sebagai pemain gitar) 1971 – Pembelajaran Mendalami perkembangan musik pop, rock, dan lain sebagainya melalui artikel dan esai sebagai penyiar di Radio Suara Padmanaba 1971 – Pembelajaran Membentuk grup musik akustik bernama PADS Group (bersama Wisnu Kuncoro, Kunto, Hartami, Ninuk, Ita, Wati, Bossubagyo, Oki, dan Nugroho) menampilkan musik folk sambil bereksperimen dengan menggabungkan instrumen pentatonik (gamelan) dan instrumen diatonik. Grup musik ini merekam 5 lagu (Gambang Suling, Mustafa, Cowo Cewe Cakep, Cisco Kid, dan Caubla) sebagai bahan evaluasi 1973 – Pembelajaran Membuat instrumen musik berbahan kaleng-kaleng bekas dan sejenisnya. Secara sederhana, instrumen musik kaleng terdiri atas 7 buah kaleng silinder yang diletakkan terbalik di atas stan kayu. Jadi, yang dipukul adalah bagian bawah dari kaleng-kaleng tersebut. Selain 7 bongkah kaleng, ada pula 2 kaleng roti berbentuk kotak, kerangka pengeras suara, satu buah tong sampah, dan 2 buah drum minyak yang dipukul bergantian menggunakan pemukul kolintang.
Semua instrumen utama musik kaleng telah melalui proses penyelarasan nada. Proses penyelerasan dilakukan sesuai dengan tangga nada kromatik yaitu do-re-mi-fa-sol.1973 – Pertunjukan Menampilkan komposisi “Musik Kaleng” di Yogyakarta 1973 – Pertunjukan Menampilkan komposisi “Musik Kaleng” di Surabaya 1974 – Komposisi Menicptakan beberapa lagu melalui proses penulisan lirik. Judul lagu-lagu yang tercipta antara lain adalah “Pencari Kayu”, “Selembar Kehidupan”, “Pencuri Ide”, “Maling”, “Bendera Hitam”, “Bali Yang Kotor”, “Kucing Nakal Yang Hilang”, “Gelandangan”, “Nenek Tua”, “Pudarnya Kabut Hitam”, dan “Tanah Gersang” 1974 – Komposisi Menciptakan beberapa lagu untuk PADS Group dengan judul “Gelandangan”, “Nenek Tua”, “Ragu-ragu”, “Lho Lha Koq Lembahku Terpecah-pecah”, “Mana”, “Hyang Kecak-kecak”, “Kuda Merah”, “Suwak suwik”, “Momok Dunia”, dan “SSSSSSS” yang kemudian beberapa di antaranya masuk dalam naskah teater musik Opera 2302 1975 – Komposisi Menciptakan beberapa lagu lain melalui proses penulisan lirik seperti “Kemarahan Semut”, “Ujung Tahun”, “Nasib”, “Pita Ungu” (bersama Wiwiek), dan “Fajar” 1976 – Pembelajaran, Komposisi, Pertunjukan, Mengakses organ elektronik dengan merk Yamaha yang kemudian merangsang pembuatan karya musik teater dengan judul 2449 BC (dengan judul lain, “Jerit Dari Dasar Laut Selatan”) 1976 – Pembelajaran Bertemu dengan Jack Body dan terlibat dalam program televisi “Apakah Musik Indonesia Itu?” yang berujung pada perekaman perpaduan antara bunyi kaleng dengan organ elektronik selama 3 jam di stasiun TVRI Yogyakarta 1976 – Pertunjukan Mementaskan beberapa bagian dari komposisi “Yogyaharmonic Music” bersama PADS Group di Yogyakarta dengan alat musik konvensional.
Komposisi ini diilhami oleh setiap bunyi khas yang lekat dengan situasi kota Yogyakarta di masa itu.1977 [1] Pertunjukan Menampilkan suara yang diistilahkan sebagai “electric zinc/fowl sound” pada lustrum ke-7 SMA 3 Yogyakarta. 1977 – Pembelajaran Mengakses set keyboard Roland tipe SH-2000 melalui PADS Group dan menemukan beberapa preset instrumen monofoni (gitar, saxophone, banjo, dan lainnya) yang hanya bisa dikeluarkan dalam satu nada. Juga, bunyi-bunyi futuristik yang mirip dengan olahan elektronik pada pesawat terbang, lokomotif kereta api diesel, ledakan, dan lain sebagainya. 1977 – Pertunjukan, Komposisi, Menampilkan versi akhir komposisi musik “Yogya Harmonik Music” dengan tajuk “Yogyaharmonic 78” yang terdiri dari 10 komposisi dengan judul-judul seperti “Talu”, “Prajurit Keraton di Sekaten”, “Pasarean Imogiri”, “Interlude (Banjir di Perbatasan)”, “Ha Na Ca Ra Ka”, “Gerhana di Prambanan”, “Sumpah Gadjah Mada”, “Nostalgia Angkatan Pertama”, “Siklus 5”, dan “Rel Maut (Tabrakan Sepur)” di Yogyakarta 1978 [1] Pertunjukan Menampilkan “Yogyaharmonic 78” di Jakarta 1978 – Komposisi Menciptakan lagu melalui proses penulisan lirik dengan judul “Simpang Sembilan” 1978 – Komposisi Menciptakan beberapa lagu lagi melalui proses penulisan lirik dengan judul seperti “Aku & Kau” dan “Surat Seorang Petualang” (bersama Mantuk) 1979 – Pertunjukan, Komposisi, Menampilkan “Yogyaharmonic 80” di Yogyakarta dengan komposisi “Talu”, “Q 65-66”, “Gate Of the Under Class”, “Aquarius I”, “Aquarius II”, dan “Sakit Perut” 1980 – Pertunjukan, Komposisi, Terlibat dalam Pekan Promosi Perdagangan Industri dan Pariwisata DIY dan menciptakan lagu berjudul “Gerhana Surya” untuk kepentingan acara tersebut 1983 – Pertunjukan, Komposisi, Menciptakan karya lagu berjudul “J1” untuk dipentaskan di TVRI 1984 – Pertunjukan, Komposisi, Terlibat untuk mengisi musik untuk karya tari berjudul “Kubus kubus” oleh Bimo Wiwohatmo melalui komposisi musik berjudul “From Jabung With Love” 1985 – Pembelajaran, Komposisi, Menjalani proses eksperimen untuk karya “Gamelan Meets Synthesizer Art Rock” bersama SMKI Yogyakarta, Triyanto, dan Manu Sutrisno.
Dalam proses ini, Sapto sempat memperdengarkan beberapa komposisi berbasis gamelannya seperti “Esuk esuk”, “Sore-sore”, dan “Kangen”1986 – Pertunjukan, Komposisi Menampilkan karya berjudul “Gamelan Meets Synthesizer Art Rock” bersama DAMPITT Group di Yogyakarta dan menggelar diskusi pasca pementasan bersama pakar teknologi, musik, dan gamelan yaitu Ki Nayono, Drs. Dimyati, Wasisto Suryodiningrat, MSc dan Drs. N. Suparajan 1986 [1] Publikasi Menguak Kehidupan Musik (Di) Indonesia Masa Kini (presentasi di diskusi panel tentang perkembangan musik Indonesia oleh Dewan Kesenian Yogyakarta) 1987 – Pertunjukan Menampilkan karya berjudul “Gamelan Meets Synthesizer Art Rock” bersama DAMPITT Group di Jakarta sekaligus diskusi pasca pementasan bersama Frans Haryadi dan Harry Rusli 1987 – Pertunjukan, Komposisi, Menampilkan karya berjudul “Gender Gumuling” bersama Megatono, I Gusti Bagus Wiswakarma, Bendhol, Purwanto, Muridi, Agung Harwanto, dan Susirina 1987 – Publikasi Generasi Muda, Islam, Musik, dan Rock (presentasi di pesantren seni Jama’ah Shalahudin Universitas Gadjah Mada) 1988 – Komposisi Menciptakan lagu berjudul “Bimbang” bersamaan dengan kegiatan pesantren seni pada kegiatan Ramadhan di Kampus Universitas Gadjah Mada 1988 – Pertunjukan Pentas secara improvisasi bersama Dieter Mack dan 5 orang musisi Jerman lainnya di Yogyakarta 1988 – Prakarsa Mulai menjalani peran sebagai penyiar program mingguan Apresiasi Musik di Geronimo 1988 – Publikasi Konsep Musik Islam (presentasi di pesantren seni Jama’ah Shalahudin Universitas Gadjah Mada) 1989 – Prakarsa Menyiarkan karya-karya dari Jack Body, Leonard Eto, Shlomo Bat Ain, John Cage, Slamet Abdul Sjukur, dan karyanya sendiri dalam program Musik Garda Depan 4 Negara di Geronimo 1989 – Pembelajaran Mempelajari pembuatan musik melalui perangkat komputer yang diawali dengan teknik digital sampling di keyboard merk Roland tipe S-50 dan dilanjutkan dengan mempelajari sistem midi.
Proses belajar ini juga sempat menjadi alat bantu ketika Sapto terlibat dalam produksi teater seperti Lautan Jilbab (Emha Ainun Najib), Keluarga Sakinah dan Dajjal (Agung Waskito) dan Burdah (Khamim).1989 – Pembelajaran Mencoba tampil dalam format solo di Yogyakarta dengan memanfaatkan Roland S-50 atau perangkat digital sampling keyboard computer musik 1990 – Pertunjukan, Komposisi Membuat produksi musik digital sound experimental dengan judul “KIN” yang ditampilkan di Yogyakarta.
Pentas dimulai dengan presentasi karya “Kangen” yang sudah diolah ulang menggunakan komputer dan teknologi sampling. Presentasi dilanjutkan dengan penampilan beberapa bagan karya “KIN” dengan judul yaitu “Nin”, “Hak”, “Oh + Nin II”, “Nin III (The Rising Expectation)”, dan “MS”1991 – Publikasi Musik Dangdut di Indonesia (presentasi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada) 1992 – Publikasi Research on Music Education in Yogyakarta Special Region (penelitian) 1992 – Pertunjukan, Komposisi, Membuat pementasan untuk komposisi musik berjudul “WIN” yang dilaksanakan selama 3 hari tanpa berhenti di Yogyakarta.
Melalui ulasannya, Franki Raden menjadi orang yang pertama kali menyatakan bahwa Sapto Raharjo adalah seorang komponis garda depan.1992 [1] Pertunjukan Mementaskan komposisi musik dalam format trilogi yang berjudul “The Whatsist”, “Do”, dan “Campak di berbagai tempat di Yogyakarta 1993 – Pertunjukan Mementaskan komposisi musik bersama Franki Raden, Ben Pasaribu, dan Harry Rusli dalam pertunjukan dengan judul “Musik Untuk Generasi Masa Depan” 1993 – Pertunjukan Mementaskan komposisi musik yang diproses melalui Rolland S-50 dengan judul “Kutut Manggung” di Surakarta 1994 [1] Komposisi Menerbitkan album kolaboratif (dibantu Gatot Djuwito, Purnomo Nugroho, Setyaji Dewanto, dan Sonny Suprapto) bersama André Jaume dengan judul “Gamelan Project First Session” 1995 [1] Prakarsa Memprakarsai Yogyakarta Gamelan Festival 1995 – Komposisi Menerbitkan album kolaboratif (dibantu Setyaji Dewanto, Setyanto Prajoko, Gatot Juwito, dan Purnomo Nugoroho) bersama André Jaume dengan judul “Boroburdur Suite” yang direkam di Studio Misty Kaliurang 1995 [1] [2] [3] Komposisi Menerbitkan album kolaboratif (dibantu Setyaji Dewanto, Setyanto Prajoko, Gatot Juwito, dan Purnomo Nugoroho) bersama André Jaume dengan judul “Merapi” yang direkam di Studio Misty Kaliurang 1996 – Pertunjukan Terlibat dalam Banlieues Festival untuk membuat konser “Borobudur Suite” di Paris 1996 [1] Komposisi Menerbitkan album kolaboratif (dibantu Pak Sumitro dan Kokap dalam pembuatan instrumen gamelan bambu atau krumpyung) bersama Miquèu Montanaro dengan judul “Java” 1996 [1] Pembelajaran, Prakarsa, Mengambil sampel bunyi dari dua perangkat gamelan Keraton, “Kanjeng Kyai Kebo Ganggang” dan “Kanjeng Kyai Guntur Laut” untuk ditampilkan pada Gelar Budaya Rakyat di Yogyakarta. Komposisi musik gamelan digital sampling ditampilkan bersamaan dengan potongan pidato Sri Sultan Hamengku Buwono X saat jumenengan pada tahun 1989. 1996 [1] Komposisi Menerbitkan album kolaboratif (dibantu Purnomo Nugroho, Sonny Suprapto, Setyanto Prajoko, dan Setyaji Dewanto) bersama Alex Grillo dengan judul “Katak-Katak Bertanggo” 1997 [1] [2] Pertunjukan Terlibat dalam Mimi Festival dan Greoux Festival di Arle untuk membuat konser bersama Miquèu Montanaro sekaligus konser sacred music di kota Gemenos 1998 – Pertunjukan Terlibat dalam prakarsa Indonesia Tour Concert bersama Centre Culturel de Francais untuk mengadakan konser kolaboratif bersama 4 musisi Prancis (André Jaume, Remy Charmasson, Miquèu Montanaro, dan Alex Grillo) dengan bantuan Purnomo Nugroho, Setyanto Prajoko, Setyaji Dewanto, dan Sonny Suprapto 1998 – Komposisi Menerbitkan komposisi field recording berjudul “Remix” yang disebarkan melalui Jejaring Program Siaran Musik Etnik radio swasta di Indonesia 1998 [1] Prakarsa Membuat konsep trilogi bunyi-bunyian dngan naik mobil keliling kota, siaran radio, dan pentas di panggung sebagai aksi kultural terhadap situasi tidak berdaya rakyat dalam masa reformasi di Indonesia 1998 – Pertunjukan Membuat konser di kota Montluçon, Perancis Tengah, tepatnya di halaman gereja tua di puncak bukti yang ada di tengah-tengah kota itu dibantu oleh Purnomo Nugroho, Setyaji Dewanto, Sonny Suprapto, dan Setyanto Prajoko berkolaborasi dengan Alex Grillo, karawitan asal Cite de la Musique Paris dan pelajar dari Galeri Sonore 1999 – Komposisi, Pertunjukan, Membuat komposisi berbasis gamelan, komposisi musik komputer, dan vokal dengan judul “www.grace.fm” yang ditampilkan di Pantai Ancol, Jakarta 2000 – Publikasi Nirideologi Nada-Bunyi Teater (diterbitkan bersama tulisan dari penulis lain dalam buku Ideologi Teater Modern Kita) 2000 – Publikasi Musical Exchange Between Asia And Europe (presentasi untuk seminar ASEF dalam topik Music Industry in the New Economy) 2001 – Pertunjukan Membuat proyek bernama “Samerrah!!” bersama Alex Grillo, Phil Spectrum, Ben Pasaribu, Christian Sebile, dan Wayan Gede Yudane yang menghasilkan komposisi baru berbasis improvisasi.
Proses ini diikuti dengan pementasan komposisi tersebut di Ubud, Yogyakarta, Medan.2001 – Pertunjukan Pentas dalam format solo di Palu Indonesia Dance Forum 2001 [1] Publikasi Kesenjangan Antar Generasi Dalam Pemahaman Budaya: Upaya Menjembatani Kesenjangan Melalui Siaran Radio (karya tulis dan presentasi multimedia dalam seminar Warisan Budaya Tak Benda di Jakarta) 2002 – Publikasi Pemanfaatan Teknologi Informatika: Strategi dan Tuntutan (presentasi multimedia di seminar Indonesia Performing Arts Mart) 2002 – Pertunjukan Melanjutkan proyek “Samerrah!!” dengan pementasan komposisi di Perancis yang diikuti serangkaian lokakarya di beberapa kota 2002 – Komposisi Membuat produksi musik berjudul “Amazing GRay” berkolaborasi dengan Yuan Arifin, Krisna J. Sadrach, dan Grace Suzan. 2002 [1] Publikasi Musik dan Identitas Generasional (presentasi dalam seminar kajian budaya di Pusat Kajian Budaya Universitas Gadjah Mada) 2003 – Komposisi Membuat komposisi musik yang terinspirasi oleh peristiwa hancurnya gedung World Trade Center pada 11 September 2003 dengan judul “Terror Mata Sapi” 2003 – Komposisi Membuat komposisi untuk pianis blues asal Belanda (Marcel Worm) dengan judul “Malioboro Blues” 2003 – Komposisi, Pertunjukan, Membuat komposisi berjudul “Sonata Calon Presiden” untuk ditampilkan di Jakarta 2004 – Komposisi Membuat komposisi musik elektronik berjudul “Sata Warsa Andangir Bumi” untuk memperingati usia 100 tahun maestro gamelan bernama KPH Notoprojo 2004 [1] Publikasi Menerbitkan buku autobiografi berjudul “Mendaki Samudera Bunyi: 50 Tahun Sapto Raharjo Beresonansi” 2005 [1] [2] [3] [4] Pertunjukan Pentas secara improvisasi bersama Innisisri di Karnaval Jakarta 2005 [1] Pertunjukan Menampilkan komposisi musik dan benda (found objects) secara teatrikal untuk Yogyakarta Contemporary Music Festival 2005 [1] Pertunjukan Mementaskan komposisi musik dengan judul “Kutut Manggung” di Jepang 2005 – Pertunjukan Menampilkan komposisi musik dan seni pertunjukan dengan judul “Alon(e) Alon(e)” bersama Véronique Delarché, Alex Grillo, dan Sudiharto di Prancis (Marseilles dan Nouvé) dan Indonesia (Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta) 2006 [1] Pertunjukan, Pameran, Menampilkan komposisi berbasis improvisasi bebas selama 2 jam di area hutan University of California Santa Cruz bersama Rene T.A. Lysloff dan J no.e Parker dalam acara UCSC Digital Art and New Media Festival 2006 [1] [2] Pertunjukan Pentas bersama Rene T.A. Lysloff di UC Riverside Spring Gamelan Concert 2006 [1] Pertunjukan Menampilkan projek “Gamelan Plesetan” bersama Rene T.A. Lysloff, J no.e Parker, dan Venzha Christ di Yogyakarta Gamelan Festival ke-11 2006 [1] Pertunjukan Pentas bersama J no.e Parker, Joko, Adzied Dewa dan seorang penari Butoh asal Afrika Selatan pada acara Gamelan Across Nation di Yogyakarta 2006 [1] Pertunjukan Melakukan pentas kolaboratif secara daring untuk memperingati ulang tahun ke-250 kota Yogyakarta bersama kolaborator antara negara yaitu J no.e Parker (Santa Cruz), Rene T.A. Lysloff (Riverside), dan Leda Atomoca Musique (Marseilles, bersama Sapto Raharjo) dan anggota Komuntias Gayam 16 (Yogyakarta) 2006 [1]
Pranala terkait
Media



