Format
Takarir
Saduran dari Repository Universitas Gadjah Mada
Estetika adalah studi tentang segala scsuatu yang dianggap indah. Sesuatu yang dianggap indah bersirat relatif. Pakar yang satu menganggap sebuah karya seni sebagai sesuatu yang indah di sisi lain mengatakan tidak indah. Dengan kata lain, estetika merupakan objek yang abstrak. Polemik tentang indah tidaknya sebuah karya seni juga tcrdapat dalam kehidupan musik. Zaman pada setiap periodisasi musik dalam sejarah musik Barat juga memiliki estetika sendiri-sendiri_ Di sisi lain, musik Timur pun memiliki estetika yang beragam pula. Di Indonesia, musik Jawa, musik Batak, musik Bali, dan musik-musik yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, tentunya memiliki nilai-nilai keindaban juga. Hal itu menunjukkan bahwa estetika musik Timor pun tidak kalah kompleks. Sussane K. Langer mengungkap kedudukan estetika di dalam musik lewat simbol, musik tidak lain adalah komposisi waktu dalam bentuk bunyi, dan bunyi diberi tanda ekspresi, sehingga musik mcnjadi hidup. Dengan demikian, kedudukan estetika di dalam musik adalah membuat musik menjadi hidup atau memiliki jiwa. Di lain pihak Willi Apel menyatakan bahwa musik dianggap indah jika mampu memberi kepuasan dan nilai artistik. Oleh sebab itu mengungkap estetis yang terkandung dalam komposisi lagu “Rel” karya Djaduk Ferianto dalam penelitian ini, merupakan tujuan yang hendak dicapai, di samping juga membuktikan apakah betul komposisi lagu “Rel” sebagai karya musik eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa komposisi lagu “Rei” adalah sebuah karya musik eksperimental. Dapat dikatakan demikian, karena musikal dalam komposisi lagu merupakan keinginan untuk mendamaikan dua dunia, yang kemudian ide musikal tersebut direalisasikan dengan cara menggabungkan instrumen musik Barat dan instrumen musik Timur sebagai medium musikalnya, Selain itu, komposisi lagu ‘Rel’ merupakan wujud komunikasi antar bunyi sebagai nilai estetisnya.
Tahun
Penulis
Bahasa
Penerbit
Tempat Penerbitan
Pranala
Media


