Format
Artikel Cetak
Takarir
Artikel ini merupakan artikel panjang tentang perjalanan Sapto Raharjo dan prinsipnya yang memilih musik sebagai jalan hidup. Pada liputan Majalah Hai tahun 1991, label Sapto yang eksis sebagai musisi musik eksperimental digaungkan berkali-kali. Misalnya pada bagian pembuka, disebutkan bahwa di tengah perkembangan musik yang saat itu sarat menjadi komoditas, ia tetap kukuh dengan musik eksperimental karena ia memikirkan masa depan musik sepuluh sampai dua puluh tahun kemudian. Di artikel ini ia juga disejajarkan dengan musisi ‘eksperimental’ lain seperti Harry Roesli dan Slamet Abdul Syukur. Sapto Raharjo di sini sepakat dengan anggapan tersebut, yaitu bahwa mereka semua sama-sama memikirkan masa depan musik, hanya latar belakang belakang kebudayaan mereka saja yang berbeda.
Artikel ini juga menyebutkan konser dan komposisi eksperimentalnya seperti Gamelan Meets Synthesizer Art Rock (Yogyakarta, 1986-Jakarta, 1987) dan Experimental Rock KIN (1991-Jakarta). Melalui artikel ini juga dijabarkan pertunjukan Experimental Rock KIN yang terjadi pada 1 Februari di tahun yang sama dengan terbitnya artikel tersebut. Misalnya tentang komposisi yang ia mainkan di malam konser tersebut, yang hampir seluruhnya didominasi dengan bunyi gamelan. Bunyi-bunyi atau nada pentatonik gamelan itu semua dipadukan dengan nada-nada diatonik serta multitonik dari perangkat musik digital yang digunakannya malam itu. Malam itu ia menggunakan perangkat seperti Rolland S 50, S10, PCM Keyboards U-20, dan PCM Module U-20.
Jabaran lain yang tidak kalah penting adalah beberapa judul dari 10 komposisi musik yang ia mainkan malam itu. Komposisi-komposisi musik yang disajikan malam itu hampir kesemuanya dikerjakan di tempat ia bekerja, yaitu Laboratorium Musik Geronimo. Komposisi-komposisi musik yang ia mainkan malam itu antara lain judulnya adalah Kangen II , Hak, Nin, Nin 2 (The Rising Expectation), Oh + Nin 3 (The Commitment), Ratu Kalinyamat, Kin, Kunang-kunang, The Now and The Future, dan MS. Seluruh komposisi musik tersebut ia mainkan sendiri di panggung, kecuali Hak yang dipadukan dengan suara vokal dari Bambang Gundul yang merangkap sebagai pembawa acara malam itu.
Tahun
1991
Penulis
Abi
Bahasa
Bahasa Indonesia
Penerbit
Majalah Hai (12-18 Februari, 1991)
Tempat Penerbitan
Jakarta
Pranala
–
Media




Kontribusi oleh Bona Zustama.
Bona Zustama adalah seorang praktisi musik independen, perawat arsip di Ruang Melamun, dan anggota grup musik Rabu.

