LockStock Fest 2009 – Harmonic Integration

Written in

by


LockStock Fest 2009 – Harmonic Intergration adalah festival musik independen oleh LockStock Forum yang melibatkan lebih dari 100 grup musik dari Yogyakarta.


Reportase LockStock Fest 2009 – Harmonic Intergration oleh R. Pradito di Dynamic Aural Bliss Magazine (Vol. 17, Desember-Januari 2010)


Reportase pertama LockStock Fest 2009 – Harmonic Intergration oleh Iwan Pribadi di GudegNet

Sejak dulu Yogyakarta dikenal sebagai kota yang kaya akan musisi dengan produksi karya yang berkualitas, penuh kreativitas, eksentrik, dan berani punya karakter sendiri.  Inilah yang kemudian menggugah sejumlah anak  muda yang merupakan pecinta, pengobrol sejati,  dan pemerhati musik Jogja, untuk membentuk sebuah forum ngobrol di Facebook, bernama LOCSTOCK Forum.

Forum yang berdiri pada April 2009 ini, diambil dari kata Local – Stock, yang dimaknai sebagai stok lokal /persediaan milik kita sendiri, yang mengacu pada Yogyakarta dan “harta karun” musiknya yang berlimpah.

Visi yang dibawa forum ini adalah untuk menciptakan suatu wilayah “abu-abu” di mana para pelaku dalam dunia musik di Jogja yang selama ini terkotak-kotak berdasarkan genre, komunitas maupun label bisa bersama-sama menemukan formula untuk mensejahterakan dirinya masing-masing pada khususnya, dan dunia musik Jogja pada umunya.

Forum ini ternyata dapat menjaring banyak member yang cukup aktif berdiskusi dalam berbagai topic bahkan mencipta topik, tanpa gap dan tanpa memperhatikan perbedaan, usia, latar belakang, dan lain sebagainya, semuanya boleh turut sumbang suara.

Tidak hanya berhenti di dunia maya saja, LOCSTOCK mengembangkan kegiatan mereka ke dunia nyata dengan mengadakan pertemuan rutin tiap Minggu sore di bulan Juni – Juli 2009 yang diberi nama Beautiful Sunday, berupa format latihan terbuka untuk band-band Jogja yang terpilih melalui permintaan member di forum.

Dalam perjalanannya, segerombol anak yang tadinya “iseng” membuat forum LOCSTOCK ini, menyadari bahwa sudah saatnya untuk tidak sekedar “iseng” dan ngobrol saja, tapi juga ingin berbuat sesuatu yang nyata untuk perkembangan musik Jogja. Meskipun latarbelakang mereka bukan musisi, produser, record label, atau sejumlah profesi praktisi lainnya.

Setelah melalui diskusi yang panjang, akhirnya muncul konsep pameran sekaligus festival, untuk mempresentasikan perjalanan dan perkembangan music Jogja kepada masyarakat yang lebih luas, bernama LOCSTOCK FEST, yang akan memamerkan rangkuman “harta karun” dunia musik lokal Jogja di dalam kegiatan tersebut.

Konsep tersebut kemudian diinisiasikan kepada beberapa pelaku dan penggiat musik Yogyakarta sebagai penasehat, seperti Djaduk Ferianto (Kua Etnika, Music Producer,penyelenggara festival Ngayogjazz & Rendezvoices),  Marzuki Mohammad (Jogja Hip Hop Foundations), Andi Memet (ShaggyDog Management, Dubyouth),  Aji Wartono (Wartajazz, penyelenggara festival Ngayogjazz & Rendezvoices ), Pramudito (DAB magazines), Ojie Adrianto Subroto  (Kongsi Jahat Syndicate), Ari Wulu (Urban Artist, Soundboutique), Wok The Rock (Yes No Wave Netlabel), Risky Summerbee (Dialectic Record, Risky Summerbee & The Honeythief), dan Dimas Widiarto (Indie-Pop Rising Club).

Semua tokoh tersebut sepakat untuk berpartisipasi dan mendukung program yang akan menampilkan 100 penampil, baik itu dari artist, musician, band, dan soloist dari Jogja, yang mewakili berbagai genre, berbagai jalur musik (major label/indie label/DIY), dan dari berbagai komunitas, yang akan digelar pada 13 – 15 Nopember 2009 nanti.

Selain itu akan juga mengundang pelaku bisnis musik, komunitas musik, dan bisnis kreatif yang memiliki hubungan dengan dunia musik di Jogja untuk berpartisipasi pada pameran music & creative booths, di sini mereka didorong untuk membuat program setiap hari, yang bisa menunjukkan kepada masyarakat sebagai audiens tentang potensi musik di Yogyakarta.

Harapan jangka pendek LOCSTOCK FEST ini adalah sebagai ajang gathering musisi se-Jogja setiap satu tahun sekali karena festival ini direncanakan sebagai acara tahunan, sedangkan harapan jangka panjangnya adalah agar dapat meningkatkan apresiasi masyarakat dan pemerintah terhadap dunia musik Jogja sehingga kegiatan ini dapat menjadi salah satu tolak ukur Jogja sebagai kota musik di mata nasional dan internasional.

Untuk itu, di waktu mendatang forum LOCSTOCK membuka kesempatan sebesar-besarnya untuk musisi, sound engineer, pemilik studio musik, record label, kursus musik, toko musik, dan siapapun saja untuk bergabung, berdiskusi, atau bahkan berprogram bersama menggiatkan dunia musik Yogyakarta di waktu – waktu mendatang.


Reportase kedua LockStock Fest 2009 – Harmonic Intergration oleh Iwan Pribadi di GudegNet

LOCSTOCK Fest (baca : local stock musik festival), adalah suatu eksibisi musik tahunan yang terbesar di Yogyakarta. Dengan mengusung tajuk “Harmonic Integration”, kegiatan yang berwujud festival ini akan digelar selama tiga hari berturut-turut, dan dikemas besar-besaran sehingga memiliki gaung yang luas.

Rencananya, festival yang akan digelar pada 13 – 15 Nopember 2009 nanti, akan menampilkan lebih dari 100 band/kelompok/musisi Jogja dari berbagai macam genre, label (major label, indie label), dan pilihan jalur dalam hidup bermusik, dengan kuratorial dari sejumlah pengamat, penikmat, dan pelaku musik yang hidup dalam ranah musik Jogja itu sendiri.

Sebagai sebuah program tahunan yang merangkum berbagai bentuk potensi musik di Yogyakarta, maka tentu saja Locstock Fest dapat menjadi indikator perkembangan dan apresiasi musik Jogja.Dengan adanya kegiatan Locstock Fest ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi semua pihak, terutama untuk para musisi, kegiatan ini bisa menjadi ajang gathering guna merumuskan formula yang tepat untuk menjadi musisi yang berkarakter dan menemukan strategi yang jelas untuk mempresentasikan produk/karyanya, juga bagi semua komponen yang selama ini ikut menggerakkan kehidupan musik Jogja agar bisa berkembang dan saling mensejahterakan.

Mengambil lokasi di Stadion Kridosono, festival yang digelar dari 09:30 – 22:00 WIB ini, nanti juga akan menyediakan booth-booth bagi komunitas musik, subkultur, serta kelompok/pelaku bisnis yang berhubungan dengan musik. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya disuguhi pertunjukan musik namun juga mendapatkan pengetahuan tentang berbagai macam hal yang mendukung perkembangan dunia  musik Jogja itu sendiri, baik dari segi kultural maupun secara ekonomi.

Selama kegiatan, dengan biaya sebesar Rp. 6.000,- sekali  masuk, selain memperoleh satu cup minuman ringan, dan suguhan pertunjukkan yang ada di panggung, para penonton juga dihibur dengan berbagai games unik yang akan menjadi aktifitas di luar panggung. Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti kegiatan-kegiatan workshop musik dan photo contest secara cuma-cuma.


Reportase ketiga LockStock Fest 2009 – Harmonic Intergration oleh Iwan Pribadi di GudegNet

Lebih dari 100 band Jogja direncanakan akan mengikuti kegiatan musik Locstock Fest yang akan digelar pada 13-15 November mendatang di Stadion Kridosono Yogyakarta.

Menurut Event Director, Anggit Tut Pinilih, perhelatan musik lintar genre ini akan menampilkan band dari berbagai aliran musik, baik yang berada di bawah major label maupun indie label yang ada di Jogja.

“Dari sekitar 100 band yang akan turut, 70 persen merupakan undangan yang kemudian melalui proses kuratorial. Sedangkan 30 persen lainnya merupakan band yang mendaftar dan telah melalui seleksi panitia,” katanya di Dixie Easy Dining, Rabu (11/11).

Diharapkan, kegiatan yang akan dijadikan program musik tahunan ini mampu menjadi barometer perkembangan, sekaligus menjadi ajang bagi apresiasi musik Jogja.

“Kegiatan ini bisa menjadi ajang gathering guna merumuskan formula yang tepat untuk menjadi musisi yang berkarakter dan menemukan strategi yang jelas untuk mempresentasikan karyanya,” ujarnya.

Bahkan Anggit menyatakan harapannya agar Locstock Fest bisa menjadi sebuah acara yang ditunggu masyarakat musik khususnya di Jogja, lebih-lebih bisa bergaung di tingkat nasional.

Selain menampilkan pentas musik, Locstock Fest juga akan menyediakan booth-booth bagi komunitas musik, subkultur, serta pelaku bisnis yang berhubungan dengan musik.

“Dengan demikian, pengunjung tidak hanya disuguhi pertunjukan musik namun juga mendapatkan pengetahuan tentang berbagai macam hal yang mendukung perkembangan dunia  musik Jogja itu sendiri, khususnya dari sisi ekonomi,” pungkasnya.


Reportase LockStock Fest 2009 – Harmonic Intergration oleh Yunita Rachmawati di KapanLagi

Meski sempat sedikit tertunda, namun opening ceremony Locstock Fest (Local Stock Music Festival), yang merupakan event musik annual dalam wujud festival yang dikemas akbar dan mencapai gaung yang luas, tetap berjalan lancar di bawah guyuran hujan. Sesuai rencana, Walikota Jogja, Bapak H Heri Zudiyanto tampil membuka festival musik terbesar yang pernah diadakan di Jogja ini dengan puisi rap tulisannya sendiri. Diiringi musik dari Kua Etnika dan Jaduk Ferianto, Heri Zudiyanto terlihat sangat bersemangat nge-rap dengan gaya yang tidak kalah dibandingkan rapper asli. Saat MC menggoda Pak Wali untuk memiringkan topinya agar terlihat lebih hip-hop, tanpa segan-segan ia segera memiringkan topi yang dipakainya.

Mungkin ini hanya sebuah hal kecil, namun hal kecil ini dapat memberi motivasi bagi seluruh penggiat seni di Jogja khususnya musik dan pertunjukan. Bagaimana tidak, pemimpinnya tanpa malu dan gengsi ikut bergabung bersama penggiat musik dari Jogja di atas panggung. Apalagi dengan syair yang pada intinya bicara tentang Jogja sebagai sebuah kota di mana seni budaya tumbuh dan berkembang, sebuah arena bagi siapa saja yang ada di dalamnya. Sesuai dengan konteks ke-Jogja-an yang juga diangkat dalam Locstock Fest.

Pada kesempatan yang sama, Pak Wali, masih bersama Jaduk Ferianto, juga Ifan dari Seventeen, dan segenap hadirin menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa dengan khidmat. Dilanjutkan dengan acara melepaskan balon ke udara secara serempak, sebagai simbol akan harapan terhadap musik Jogja yang membumbung tinggi. Acara pelepasan balon secara bersama-sama ini sekaligus pula menandai dibukanya Sprite Sensasi Plong Locstock Fest 2009, Yogyakarta Biggest Annual Music Exhibition: Harmonic Integration.

Pada hari pertama yang digelar tiga hari berturut-turut, Jumat (13/11), suasana Stadion Kridosono memang masih terasa agak sepi. Namun demikian hal ini sama sekali tidak mengurangi kemeriahan Locstock Fest. Tiga panggung dengan sound yang terbukti tidak saling bertabrakan, booth-booth komunitas yang menarik, serta fasilitas-fasilitas lain yang tersedia di sini menjamin kenyamanan para pengunjung yang datang.

Sabtu (14/11) kemarin, Locstock semakin lengkap lagi dengan adanya workshop Survival Guide in National Music Industry bersama Wendi Putranto (Rolling Stone Indonesia), Andy ‘Memet’ Zulfan (Senior Band Manajer), Wok The Rock (Yes No Wave Net Label). Workshop menarik ini terbuka untuk umum, dan tidak menarik biaya apapun selain dari tiket masuk seharga Rp6.000 dengan bonus 1 cup Sprite. Hingga berakhir pada Minggu (15/11), Lockstock Fest terbilang sukses besar.

Perhelatan akbar ini menampilkan lebih dari 100 band/kelompok/musisi Jogja dari berbagai macam genre, label (major label, indie label), dan pilihan jalur dalam hidup bermusik, dengan dikurasi oleh sejumlah pengamat, penikmat, dan pelaku musik yang hidup dalam ranah musik Jogja itu sendiri. Sebagai sebuah program tahunan yang merangkum berbagai bentuk potensi musik di Jogja tersebut, maka tentu saja Locstock Fest dapat menjadi indikator perkembangan dan apresiasi musik Jogja yang valid.

Diharapkan juga, Locstock Fest dapat memberikan kontribusi nyata bagi semua pihak. Bagi para musisi, Locstock Fest bisa menjadi ajang gathering guna merumuskan formula yang tepat untuk menjadi musisi yang berkarakter dan menemukan strategi yang jelas untuk mempresentasikan produk/karyanya, juga bagi semua komponen yang selama ini ikut menggerakkan kehidupan musik Jogja agar bisa berkembang dan saling menyejahterakan.  


Reportase LockStock Fest 2009 – Harmonic Intergration oleh Suryanto di Antara News

Lockstok Festival yang akan digelar tiga hari Jumat (13/11) hingga Minggu (15/11) di Stadion Kridosono Yogyakarta akan menghadirkan sekitar 100 band lokal yang tampil di formasi tiga panggung.

“Melalui pementasan ini akan tampil musisi-musisi lokal yang potensial, sehingga Yogyakarta akan mulai diperhitungkan sebagai salah satu barometer perkembangan musik di Indonesia, karena band lokal dengan semangat indie kini menjadi favorit di tanah air,” kata koordinator Lockstock Festival Anggit Tut Pinilih di Yogyakarta, Rabu.

Sementara itu, salah seorang musisi Muhammad Marzuki yang lebih dikenal dengan nama Kill The DJ mengatakan, musisi lokal ini memiliki keinginan kuat menjadikan festival sebagai ajang untuk unjuk kemampuan bermusik.

Menurut dia, bukan sekedar laku di pasar musik, baik melalui “ring back tone” (RBT) maupun tayangan di televisi, namun lebih pada daya kreasi grup dalam berkarya.

“Banyak grup band tumbuh dan berkembang di Yogyakarta, bahkan arus indie label juga berangkat dari Yogyakarta. Kami ingin memberi ruang bagi mereka untuk berkumpul dalam festival,” katanya.

Ia mengatakan keberadaan grup band yang tumbuh di Yogyakarta yang memiliki karakter unik dan kuat dengan beragam genre bermusik, akan bergantian tampil di tiga panggung utama di Stadion Kridosono.

Pada festival musik ini selain diisi dengan penampilan grup band, juga akan disemarakkan dengan sejumlah “booth” bagi komunitas musik, pelaku bisnis yang berhubungan dengan musik seperti toko musik, kursus musik, dan manajemen grup indie/label untuk bisa berinteraksi dengan pengunjung.

Ada pula rangkaian workshop manajemen grup dan pelatihan penulisan karya jurnalistik untuk peliputan atau trik menjadi wartawan musik yang berkualitas.

“Kami juga ingin tampilkan kesinambungan band lintas record label, bagaimana indie band yang akhirnya menembus major label kemudian sukses di blantika musik tanah air melalui gigihnya berkarya,” katanya.

Anggit Tut Pinilih menambahkan dalam festival bertema “Harmonic Integration” ini keberadaan booth atau stand diharapkan tidak sekedar menjadi ajang eksibisi, namun sekaligus terjadi transaksi produk kreatif yang dihasilkan musisi.

“Ada potensi industri musik di tingkat lokal yang kini terus tumbuh, dan mereka eksis serta saling memberi inspirasi dengan grup band lainnya,” katanya.


Reportase LockStock Fest 2009 – Harmonic Intergration di Kompas

Potensi industri musik di Yogyakarta sangat tinggi karena memiliki banyak musisi serta band dari berbagai aliran musik. Namun sejauh ini belum banyak musisi ataupun band yang berbicara di tingkat nasional sehingga perlu ada upaya untuk mengangkat nama serta karya mereka.

Anggit Tut Pililih dari Locstock Forum mengatakan, dari banyak diskusi antara pelaku dan pemerhati mus ik Yogyakarta, muncul kesimpulan bahwa perlu ada ruang berkumpul bagi mereka. Untuk itu pihaknya menggagas Locstock Fest 2009, yakni sebuah acara musik yang mempertemukan segala bentuk apresiasi, minat, kreativitas hingga genre musik yang selama ini tersebar di wilayah yang berbeda-beda dalam peta musik Yogyakarta.

“Locsctok sendiri kependekan dari local stock. Jadi yang dibicarakan dalam acara ini adalah musik lokal Jogja,” kata Anggit yang juga menjadi direktur penyelenggaraan Locstock 2009 , Rabu (11/11).

Locstock Fest 2009 akan berlangsung selama tiga hari, mulai 13-15 November 2009 di Stadion Kridosono, Yogyakarta. Dalam acara ini, lebih dari seratus band dan musisi Yogyakarta dari berbagai genre musik dan label rekaman akan membawakan karya mereka.

Selain itu, acara ini juga diramaikan oleh kehadiran komunitas musik, kelompok-kelompok sub kultur serta pelaku bisnis yang berhubungan dengan musik mulai dari toko musik hingga tempat kursus musik. Dalam cara ini juga akan ada sesi workshop untuk bisa eksis di dunia musik.

Marzuki dari Jogja Hip Hop Foundation mengatakan, ada banyak cara bagi musisi dan band untuk bisa berbicara dalam wilayah yang lebih luas. Asal punya karakter, setiap musisi maupun band akan menemukan caranya sendiri.

Jogja Hip Hop Foundation selama ini dikenal suka menyanyi hip-hop dengan meminjam puisi karya sastrawan terkenal. Dalam aksi damai Indonesia Sehat Melawan Korupsi beberapa waktu lalu di Jakarta, misalnya, Marzuki Kill the DJ juga menarik perhatian karena menyanyi dengan menggunakan rekaman telepon Angodo Widjojo sebagai pembuka lagu. “Kami muncul dengan hip-hop berbahasa Jawa. Musisi memang butuh publikasi. Namun caranya tidak melulu dengan bikin video klip yang diputar terus menerus di televisi ataupun bikin RBT (ring back tone),” tuturnya.


Reportase LockStock Fest 2009 – Harmonic Intergration di Free Your Soul

Penikmat musik di Yogyakarta dan sekitarnya pada tanggal 13-15 November kemaren kena giliran dapat santapan musik sedap: Locstock Fest alias Local Stock Music Festival 2009. Lebih dari 100 band unjuk kebolehan di kota gudeg tersebut. Stadion Kridosono menjadi lahan gelaran budaya besar-besaran ini. Bukan cuma pentas musik, namun berbagai booth dan stand kreatif hadir memenuhi lapangan. Biaya masuknya? Cuma enam ribu perak!

Pada hari Jumat acara dibuka oleh Walikota Yogyakarta Herry Zudiant, dengan cara nge-rap! Hahaha unik dan trendy juga Bapak Walikota ini. Hari pertama ini banyak diisi dengan warna rock dan metal, dengan persembahan puncak dari Endank Soekamti dan The Rain. Hari kedua lagi-lagi banyak diisi oleh band indie yang mungkin belum mudeng di kuping lo, tapi tetap layak disimak! Hari kedua ditutup dengan headliner hari ini adalah Letto.

Pada hari Minggu animo penonton belum surut, kembali sejak pukul 10.00 Stadion Kridosono disesaki massa hingga larut malam. Pesta akhirnya diakhiri oleh ShaggyDog yang asli Jogja juga. Penutup hari terakhir Locstock ini sukses menunjukkan potensi Jogja sebagai salah satu barometer musik nasional. Walau diguyur hujan lebat tapi ngga menurunkan semangat penonton yang terus berjoget mengikuti irama ska ShaggyDog. Jogja ga ada matinya, Jakarta dan Bandung boleh takut nih!


Liputan retrospektif LockStock Fest 2009 – Harmonic Intergration oleh Fakhri Zakaria di Pop Hari Ini

Tidak banyak unit kegiatan mahasiswa di bidang musik yang menaruh perhatian lebih pada aspek “belakang panggung”. Di antara yang sedikit itu adalah Forum Musik Fisipol (FMF) yang awalnya berdiri pada tahun 1997 sebagai salah satu badan otonom mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM. “Fakultas kami hampir nggak punya produk band seperti Sastra, jadinya lebih ke memfasilitasi anak-anak yang punya band. Akhirnya kami malah lebih kuat di aspek produksi,” jelas Priambodo Adi Nugroho alias Tuki, salah satu eksponen FMF angkatan 2005-2010 yang kini bermukim di Denmark. Menurut Gading Paksi, FMF memberi pemikiran luas kalau berkarir di musik tidak harus jadi musisi. Gading mengaku belajar banyak dari FMF tentang skema produksi pertunjukan. “Konser tidak melulu di lapangan besar dengan sound dan lampu yang masif. Aku banyak belajar mengakali teknis ruang, menyulap ruang kecil jadi tempat pertunjukan yang layak dan intim,” ujar Gading  yang kini bekerja sebagai manajer teknis untuk pementasan Pappermoon Puppet Theatre dan Teater Garasi.

Beberapa event besar yang lahir dari tongkrongan di bawah pohon bodhi Fisipol UGM ini antara lain adalah Parkinsound (1998-2004) yang merupakan salah satu pembuka ajang musik elektronik skala besar di Indonesia dengan Marzuki Mohammad a.k.a Kill The DJ, Ugoran Prasad, Ari Wulu, Jompet, dan Yosef Herman Susilo  sebagai pelopornya. Pertama kali digelar di concert hall Lembaga Indonesia Prancis Yogyakarta, Parkinsound termasuk yang mengawali era rave party dengan mengambil venue di area proyek pembangunan Gedung Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta sampai puncaknya di pelataran candi Prambanan pada gelaran terakhirnya tahun 2004. Juga Lockstock yang terakhir kali dihelat tahun 2013. Pertama kali digelar pada tahun 2009, Lockstock yang diprakarsai mendiang Yustinus Yoga “Kebo” Cahyadi ini dimaksudkan menjadi wadah berbagi panggung bagi musisi-musisi Yogyakarta lintas genre yang selama ini kurang mendapat sorotan. Tentu saja FMF tidak melupakan khittah sebagai badan otonom musik dengan mencatatkan nama-nama seperti Melancholic Bitch juga Jogja Hiphop Foundation sebagai beberapa alumnus yang namanya terpacak besar di buku angkatan.


Tahun


Rincian Acara

TanggalNama AcaraPengisi AcaraTempatPranala
13-15 NovemberLockStock Fest 2009 – Harmonic IntergrationShaggydog, Dom 65, Seek Six Sick, Bangkutaman, Something Wrong, Cranial Incisored, Individual Life, Hands Upon Salvation, Zoo, Anggisluka, The Monophones, Airport Radio, Jenny, Jogja Hiphop Foundation, dan lain-lain. Stadion Kridosono Yogyakarta[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10]

Media


KONTRIBUSI

Situs ini dibangun dengan koleksi terbatas yang kami miliki. Kamu bisa menambahkan konten dengan mengisi formulir di bawah ini