Format
Takarir
Saduran dari artikel Pads Group Kreasi Baru oleh Ar’s Hari di Majalah Aktuil Edisi 232 Tahun 1977:
PADS GROUP yang beranggotakan sekelompok muda-mudi alumni dan pelajar SMA Negeri III Yogyakarta, di bawah pimpinan Sapto Raharjo telah membuat sebuah eksperimen baru dalam bidang musik yang mereka beri nama “Yogyaharmonic Music” atau yang mereka terjemahkan sebagai musik-musik yang selaras dengan situasi, pandangan, dan sifa-sifat Yogyakarta menurut kaca mata PADS.
Eksperimen baru “Yogyaharmonic Music” itu telah mereka tampilkan dalam malam puncak acara Lustrum ke-VII sekolahnya dan ternyata mendapat sambutan hangat dari kalangan penonton. Sebagaimana yang pernah PADS Group coba tampilkan di Hotel Ambarukmo Sheraton Yogya beberapa waktu sebelumnya.
“Yogyaharmonic Music” tersebut merupakan bentuk lagu-lagu yang menggambarkan beberapa hal yang terjadi di Kota Yogyakarta seperti perayaan Sekaten dengan prajurit Kratonnya, suasana Makam Imogiri, kaum gelandangan, kunjungan tamu agung, dan sebagainya, baik lewat kata-kata maupun instrumental musik dengan alat elektrik maupun non-elektrik.
Dalam eksperimen yang dibagi dalam kelompok A dan B itu, pertama kali diawali dengan “Talu”, dilanjutkan dengan lagu “Prajurit Kraton di Sekaten” lengkap dengan irama-irama derap prajurit yang bernada tradisionil diseling pengumuman-pengumuman orang hilang dan hiruk-pikuk situasi Sekaten yang sesungguhnya.
Lagu kedua bernama “Kemarahan Semut” sebagai penggambaran keadaan kaum gelandangan kota Yogyakarta dan diakhiri dengan “Pasaeran Imogiri”, irama musik dalam lagu ini diseling suara-suara burung mencerminkan suasana tradisionil makan-makan keramat.
Dalam kelompok B, diawali dengan lagu “Interlude” dirangkai dengan “Kucing Nakal Yang Hilang”, disusul lagi oleh lagu “Ayo” dan yang paling menarik adalah lagu “Tamu Agung Yang Sejati”.
Dalam lagu “Tamu Agung Yang Sejati” ini, PADS Group menginginkan agar tamu agung yang datang ke Yogyakarta kalau biasanya selalu naik pesawat terbang sekali-kali mencoba naik kereta api dan digambarkanlah suasana penyambutan tamu agung di stasiun Yogyakarta sebelum mereka menuju ke Gedung Agung, sambil diiringi pertanyaan “Wahai tamu agung, kami tak tahu maksudmu ke sini …… apa akan adakan Opstib atau kejutan-kejutan?”
Menurut pimpinan PADS Group, Sapto Raharjo, pencetusan eksperimen baru itu didasari keinginan untuk turut serta menggalakkan aktivitas dan kreativitas generasi muda Indonesia lewat musik. Sedang target yang ingin dicapai mereka adalah: pribadi; menambah kekayaan/perbendaharaan diri dan mengokohkan eksistensi. Dan target umum; menambah perbendaharaan musik di Indonesia serta mencari pendapat dan kritik.
Tahun
Penulis
Bahasa
Penerbit
Tempat Penerbitan
Pranala
Media


