Format
Takarir
Saduran dari situs web Bernas
YOGYAKARTA, Bernas.id – Bertempat di Pendopo Agung Tamansiswa yang terletak di Jalan Tamansiswa, Kota Yogyakarta, tembang-tembang lama karya Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih dikenal dengan Ki Hadjar Dewantara diperdengarkan kembali pada Rabu (6/9).
Kegiatan bertajuk “Pagelaran Kinantie Sandoong” ini diinisiasi oleh Bidang Kesenian Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa dengan dukungan penuh dari Museum Dewantara Kirti Griya, Universitas Sarjana Wiyata Tamasiswa, Yayasan Griya Jati Rasa, Persatuan Keluarga Besar Tamansiswa, Paguyuban Siswa Alumni Tamansiswa Ibu Pawiyatan, Sahabat Museum Dewantara Kirti Griya dan Paguyuban Putra Wayah Pamong Tamansiswa.
Pagelaran Kinanti Sandoong adalah wujud apresiasi dari karya-karya Soewardi Surjaningrat saat dibuang ke negeri Belanda. Kinanti Sandoong adalah tembang Kinanti Sandung karya KGPAA Mangkunegoro IV yang digubah Ki Hadjar Dewantara pada saat menjadi masa “pembuangan” di Negeri Belanda dari tahun 1913 hingga tahun 1919.
Gubahan Ki Hadjar Dewantara terhadap tembang Kinanti Sandung ini menunjukkan musikalitas Ki Hadjar Dewantara yang sangat tinggi, beliau dengan brilian merubah notasi pentatotis/titi laras gamelan ke notasi diatonik/not balok piano. Dalam perjalanan berikutnya karya ini kemudian dibukukan dengan judul “Sariswara” yang royalti hasil penjualan bukunya mampu untuk membeli tanah dan rumah yang saat ini digunakan untuk Museum Dewantara Kirti Griya yang terletak satu komplek dengan Pendopo Agung Taman Siswa di Yogyakarta.
Karya fenomenal Ki Hadjar Dewantara ini pula yang kemudian memunculkan konsep pendidikan berbasis seni-budaya lokal khas Tamansiswa yang dikenal dengan nama “Metode Sariswara”. Inilah permainan piano tembang Jawa yang dimainkan pertama kali di benua Eropa oleh orang asli Indonesia dari tanah Jawa.
Irama gamelan yang khas dimainkan dengan irama piano menjadi suatu iringan yang mampu menghanyutkan perasaan para pendengarnya di Eropa seakan mengembara ke dunia luas. Perasaan itu pula yang dirasakan oleh para tamu dan undangan yang memadati Pendopo Agung Tamansiswa Yogyakarta. Semua tamu undangan yang berasal dari lintas generasi tampak hanyut dan larut dalam menikmati pagelaran yang berlangsung selama 3 jam tersebut.
Tampilnya tim paduan suara gabungan Mahasiswa Gita Swara Dewantara, Universitas Sarjana Wiyata Tamansiswa dengan personil dari Paguyuban Putra Wayah Pamong Tamansiswa dengan diiringi permainan piano oleh Nyi Hapsari Setya Lestari, membuat suasana pagelaran menjadi sangat syahdu dan mengingatkan kita semua akan perjuangan Soewardi Soerjaningrat alias Ki Hadjar Dewantara Bapak Pendidikan Republik Indonesia
Tahun
Penulis
Bahasa
Penerbit
Tempat Penerbitan
Pranala
Media


