Format
Takarir
Saduran dari situs web Kumparan
Venzha Christ, google nama itu, ialah salah satu sosok penting yang membawa Indonesia dalam percakapan UFO (Unidentified Flying Object) dan Art Science dunia. Ia juga satu-satunya orang Indonesia yang mengikuti serangkaian percobaan hidup di Mars. Setelah Maret tahun lalu ia mengikuti percobaan hidup di Mars di Utah Amerika Serikat, pada Maret 2019 ini Venzha kembali mengikuti simulasi, bukan hidup di Mars, namun bagaimana bertahan dalam pesawat yang sedang menuju Mars dengan selama 16 hari diisolasi di sebuah kapal besar pemecah es (ice breaker) milik negara Jepang bernama SHIRASE 5002.
Keberuntungan tak terhingga untuk Award News, Pandangan Jogja, dan Ekosystem, tiga media yang bisa segera mendapat cerita dari Venzha begitu ia mendarat di Jogja. Tapi, di akhir pekan lalu itu, kepada kami, Venzha ingin menunda cerita mengenai Shirase, alih-alih ia justru ingin berbagi 20 tahun perjalannya bersama House of Natural Fiber (HONF) Foundation. Ya, pada tahun 2019 ini adalah 20 tahun perjalanan HONF, kelompok seni yang banyak menautkan kerja-kerjanya dengan sains dan teknologi.
Berikut catatan lengkap dua dekade proses panjang perjalanan HONF Foundation (1999-2019) yang kami bagi bareng, antara ingatan kami menonton karya-karya HONF dan ingatan Venzha Christ.
WE ARE HONF
WE ARE DONE
Berdiri pada tahun 1999, dua dekade perjalanan dari sebuah komunitas yang berpijak pada area seni dan teknologi, menjadikan HONF Foundation, yang pada awalnya hanya sebuah komunitas yang mengatasnamakan seni media baru, kini telah berkembang dan berwujud dengan sangat pesat yang sudah melahirkan berbagai lab kecil dan bermacam kelompok di dalamnya. Melampaui sebuah ekspektasi para pendirinya, HONF berubah menjadi sebuah wadah atau platform untuk saling bertemu dan berbagi, khususnya antara para pemikir, pekerja seni, dan para ilmuwan/scientist.
Ide dibentuknya HONF diinisiasi oleh beberapa lulusan ISI – Institut Seni Indonesia pada awal mulanya. Mereka berasal dari fakutas Seni Rupa dan Disain pada era 90-an, yang mencoba untuk membuat dunia seni dan area teknologi pada saat itu bisa mempunyai energi yang sama serta bisa saling berkolaborasi.
Tidak banyak persona atau kelompok pada saat itu yang mengambil ranah seni dan teknologi ini sebagai pijakan untuk berimajinasi serta berkarya. Disisi lain juga terdapat adanya gap yang lebar antara para scientist yang hidup dan berpikir di dalam lab mereka masing-masing dengan para pekerja kreatif dan pekerja seni pada umumnya.
Inilah gagasan awal yang kemudian mencoba untuk dibedah dan ditawarkan pada publik secara luas oleh HONF, yang saat itu para pendirinya sangat tergila-gila dengan inovasi dan perkembangan teknologi yang ada. Sejak awal berdirinya, HONF selalu memakai kerangka kerja yang mereka beri nama : EFP – Education Focus Program, untuk diterapkan pada setiap kegiatan dan project-project yang mereka ciptakan dan merealisasikan serta melakukannya dengan prinsip DIY (Do It Yourself) dan DIWO (Do It With Other).
20 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk diingat menjadi sebuah perjalanan berkarya, pun juga bukan waktu yang panjang untuk mendeskripsikan semua karya dan aktivitas yang telah HONF lakukan serta hasilkan untuk masyarakat beserta semua komponen di dalamnya. Beberapa catatan penting perjalanan HONF secara singkat bisa dibagi pada beberapa bagian yaitu :
Tahun 1999, pada bulan desember adalah awal dari sebuah kelompok kecil bernama HONF yang pada mulanya hanya dirancang sebagai sebuah studio inovasi teknologi pada saat itu. Era reformasi pada tahun sebelumnya adalah juga menjadi alasan yang sangat penting untuk kelompok ini muncul, begitu juga dengan banyaknya kemunculan kelompok-kelompok lain di Indonesia. Aktifitas pertama yang dilakukan adalah membuat rangkaian workshop dan lokakarya untuk anak-anak setingkat SD dan SMP saat itu. Kegiatan ini fokus pada pengenalan peralatan dan penalaran pada banyak seni terap seperti fotografi, video, teater, multimedia dan lain lain. Dari kelas-kelas tersebut kemudian membuat versi DIY dengan menggunakan bahan serta peralatan yang sederhana dan mudah didapat. Platform EFP – Education Focus Program pertama kali diterapkan pada era ini. 2 (dua) tahun awal adalah masa perkenalan dan inkubasi bagi HONF untuk mulai merajut network yang ada di dalam negeri. Nama-nama yang turut men-support dan mendirikan HONF pada awal terbentuknya adalah para founder : Venzha Christ, Tommy Surya, Irene Agrivina, A. Sudjud Dartanto, dan Istasius.
Tahun 2001, HONF sudah mulai datang dan mengajak lembaga dan/atau institusi penting yang sarat dengan birokrasi dan aturan pada saat itu untuk diajak berkolaborasi dengan ide-ide yang mereka paparkan. Beberapa rumah sakit, Lembaga penelitian, Laboratorium Biologi, serta Laboratorium Instrumentasi yang ada di beberapa universitas juga tidak luput dari radar mereka.
Di era ini muncul nama-nama dan judul sebuah project yang dikerjakan dalam durasi yang panjang seperti : ElectrophonicAnalog, Intelligence Bacteria, Garden Of The Blind, ICU in ma mind, the house of natural fiber, StudioSoragan, YogyakartaMediaLab, dan lain lain.
Pada era itu juga, Venzha Christ dan A. Sudjud Dartanto hampir setiap hari bertemu di sebuah meja kaca untuk selalu mempertanyakan apa makna dari “percepatan dan inovasi teknologi bila disandingkan dengan ketidakterbatasan sebuah imajinasi”.
Salah satu yang menarik pada era-era awal tersebut adalah sebuah karya dengan judul : “Sorry, i change your protein !” , adalah karya Bio-Art pertama di Indonesia yang digarap selama satu tahun pada era tahun 2001-2002 ini, lalu kemudian di re-presentasikan oleh media pada tahun 2003-2004. Beberapa nama penting yang datang dari ranah akademisi dan laboratorium sains yang banyak membantu dan berkolaborasi dengan HONF pada masa-masa awal ini antara lain : Yunanto Arliono, Joko Widodo, Anton Christanto, dan Yance.
Tahun 2002, untuk pertama kalinya HONF menggandeng salah satu provider terbesar di tanah air saat itu untuk merealisasikan satu project yang merekam dan mendeteksi suara dan frekwensi melalui BTS (Base Transmitter Station) dan membangun instalasi elektronik di dalam ruang BTS. Karya berjudul : BTS, Shelter Room Comm. ini mengajak kita semua berimajinasi terhadap signal dan gelombang yang kita hasilkan setiap kali kita menggunakan telepon selular yang melewati antar BTS, yang pada saat itu memerlukan dana yang sangat besar hanya untuk membangun satu buah BTS. Perlu diketahui bahwa pada era tersebut belum ada Smart Phone. SMS dan panggilan telepon adalah parameter yang digunakan untuk karya ini. Karya ini kemudian dipresentasikan di beberapa negara 4 tahun setelahnya, dan digarap dalam LP album 8 tahun sesudahnya.
Tahun 2003, untuk pertama kalinya HONF memiliki sebuah tempat kecil yang berfungsi sebagai ruang serba guna serta laboratorium analog yang serba DIY, setelah sebelumnya sejak tahun 1999 HONF hanya menempati sebuah rumah sederhana bersama para pendirinya yang masih terbatas fasilitas kerjanya. Mulailah mereka bekerja dan berkarya sesuai dengan minat masing-masing, dari bidang design, arsitektur, wacana, fashion, musik, perangkat elektronik, sampai bio-technology.
Pada era inilah bermunculan nama-nama project seperti : Electrocore, DJ_GOD, vjnumberone, Chronicle Therapy, Vyndrix System, BLUEPOPPROJECT, TouchingUSG, Hey My Robot Will Find you, dan lain lain.
Tahun 2005 adalah sebuah tanda penting, yang pada saat itu HONF sudah membuat Festival Internasional dengan nama YIVF – Yogyakarta International Videowork Festival. Acara ini dilaksanakan secara annual dan selalu melibatkan peserta dari dalam dan luar negeri, Didalam festival YIVF ini juga terdapat rangkaian workshop, lokakarya, seminar, pelatihan, pameran, dan juga residensi.
Di era ini muncul nama-nama project yang kemudian diinisiasi sebagai titik balik kelanjutan dari berbagai kegiatan yang masih dan ada sampai saat ini, seperti : KOR – Kingdom of Rebel, No Complain Client, 10:05 newsletter, Circle of Satan (COS), Frontline, CAUS #03 (Citizen Against UFO Secrecy #03), VJ_School, dan lain-lain
Tahun 2007 adalah juga tahun yang sangat special bagi HONF, karena untuk pertama kali HONF menginisiasi sebuah Media Art Festival dengan skala internasional, bernama CELLSBUTTON – Yogyakarta International Media Art Festival. Acara ini juga dilaksanakan setiap tahun dan terbagi menjadi banyak sesi-sesi acara turunannya, seperti CELLSonic untuk pertunjukan dan eksplorasi musik dan sound, CELLSKid untuk program dan kelas anak-anak, CELLSKit untuk program open hardware dan DIY, CELLSDisco untuk program DJ dan VJ culture, CELLSUrban untuk sesi community network dan DIY media, CELLSPicnic untuk perjalanan riset dan ekspedisi, dan lain lain termasuk CELLSOpen dan offBUTTON.
CELLSBUTTON ini merupakan salah satu media art festival yang ada di south east asia dimana keberadaan serta penyelenggaraannya selalu memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan beberapa media art festival yang ada di beberapa negara maju. Beberapa media pada saat itu menyebutkan bahwa CELLSBUTTON mempunyai keragaman yang kompleks dengan selalu mengutamakan hubungan langsung dengan masyarakat.
Dengan semakin maraknya program dan acara di tubuh HONF Foundation, tentu saja banyak individu-individu dan kelompok-kelompok yang datang dan pergi seiring dengan kesibukan masing-masing, untuk menciptakan dan berkolaborasi mewujudkan banyak project dan saling belajar serta berbagi.
Nama-nama project seperti : SATU:Saturn Analogy of Trans Urgency, Up:DATE, Indonesia Bricolabs, OPERATIONROOM TOTAL SOLUTION, Teknodimensi, Breakcore_LAB, reject <fictive parallel> technology_0.3, BIO-DEVERSITYGENERICSOUNDCAPACITY, dan lain lain bermunculan di era ini.
Tahun 2009, adalah masa dimana HONF semakin sering terlibat pada project-project kolaborasi dengan banyak institusi dan lembaga serta universitas dari negara lain. Bisa dikatakan di era ini adalah era paling sibuk untuk menata dan memproyeksikan langkah HONF ke depan serta untuk meningkatkan kinerja dari banyaknya project-project kolaborasi tersebut. Pada tahap ini HONF memulai dengan membuat kelompok-kelompok dan divisi-divisi, serta dengan sangat hati-hati meninggalkan cara-cara lama menuju pada tatanan yang lebih baik. HONF berkeinginan agar lembaga ini tidak hanya menjadi semacam komunitas yang akan ada bila para manusia pendirinya eksis, tetapi jauh dari itu HONF harus mampu me-legacy-kan wawasan dan pengetahuan serta mimpi-mimpi konkrit pada generasi setelahnya. Sebanyak lebih dari 50 project kolaborasi dan kegiatan selama YIVF dan CELLSBUTTON terjadi pada era ini (2007 – 2010).
Kemudian tahun 2011 juga merupakan tahun yang terpenting untuk HONF karena pada saat yang bersamaan terjadi 2 (dua) hal besar, yaitu HONF berhasil membuat Fablab (Fabrication Laboratory) yang pertama di asia tenggara yang diberi nama HONFablab. Tempat yang dimaksud adalah sebuah laboratorium bagi para penggila inovasi untuk mewujudkan imajinasi dan impiannya di ranah inovasi teknologi lengkap dengan semua peralatan, mesin, dan tools yang disediakan secara gratis untuk para pekerja kreatif yang bekerja secara kolaboratif. HONFablab ini kemudian menelorkan beberapa kelompok dan lab-lab spesifik yang bekerja secara bersama-sama dan sistematik (2011 – 2014).
Hal kedua adalah HONF menjadi legal sebagai sebuah institusi dan mempunyai kekuatan hukum untuk bisa lebih melindungi banyak kelompok-kelompok kreatif yang ada didalamnya.
Di tahun ini pula secara resmi nama HONF Foundation ada dan menginisiasi munculnya 3 (tiga) divisi utama yang berada di tubuh HONF Foundation, yaitu ; HONFablab, HONFactory, dan v.u.f.o.c
HONFablab, yang diketuai Tommy Surya ini adalah laboratorium yang bergerak pada bidang-bidang design, inovasi, dan prototyping, kemudian HONFactory, yang dikawal oleh Irene Agrivina ini lebih berfokus pada wacana, kerja kolaborasi, seminar dan simposium, serta community network. Sedangkan v.u.f.o.c lebih ke arah bidang pengembangan Space Science dan Space Exploration.
Dari era ini muncul banyak project-project penting yang semakin banyak melibatkan banyak kolaborator dari institusi/lembaga penelitian maupun dari universitas (scientist), seperti : MICRONATION/MACRONATION, Five Kingdom of Life, FabLab Asia Network, Low Cost Prosthetic, Song Of The River, Fab Academy, SOYA C[O]U[L]TURE, Rapid Prototyping, Open Design, Citizen Class, dan lain lain.
Tahun 2012, secara khusus juga diadakannya presentasi utama tentang project MICRONATION/MACRONATION yang melibatkan hampir 100 orang kolaborator dari mulai para petani, peternak, pembuat gerabah sampai peneliti di universitas, para hacker (peretas), pengamat ekonomi, inovator bidang pangan dan biotechnology, sampai periset serta peneliti pada tingkat pemerintah pusat. Project ini berbicara tentang kemandirian pangan dan energi untuk kedepannya bisa diterapkan pada masyarakat Indonesia. Rangkaian acara meliputi : pameran, simposium, diskusi, riset lapangan, membuka lahan dan laboratorium di desa, serta residensib untuk seniman dan peneliti. Project riset selama dua tahun ini juga membawa HONF Foundation untuk berbicara sampai ke level UNESCO, FBI, Moscow, ESA, UCR, ARS Electronica, IMeRA, ICF, JAXA, NASA, dan lain-lain.
Kemudian pada tahun 2014, bersama dengan Catec dan beberapa universitas serta komunitas independen di Indonesia, HONF Foundation kembali berhasil mengadakan PROTO:TYPE – sebuah platform yang mempertemukan antara inovator, makers, dan praktisi. Event ini kemudian akan menjadi cikal bakal sebuah festival dengan skala yang lebih besar yaitu TRANSFORMAKING satu tahun setelahnya.
Pada tahun 2011 sampai 2014 inilah dalam tubuh HONF Foundation bermunculan nama-nama baru dan lab-lab kecil atau seri kegiatan kelompok-kelompok kreatif baru, bebarengan dengan maraknya generasi yang lebih muda untuk mulai memfokuskan diri pada bidang-bidang seni dan teknologi ini. Nama-nama seperti : Trisula Agraria, Experimenta, WIN+PLAY, Kronologi Disaster, XXLab, DorxLab, Open Hardware, Djasuma Production, DCMF, Grow Kitchen, dan lain lain.
Juga muncul nama-nama project seperti : FABKids, POP-UP-Lab, FABFruit, CELLS_chitecture, CELLSKitchen, HONFVCKoFF, Bio Material, The X Project, Visualizing Invisible, B.I.O ESM, dan lain-lain yang selalu menfokuskan diri pada kerja kolaboratif dan budaya DIY (do it your self).
Pada tahun yang sama pula, v.u.f.o.c bersama dengan beberapa lembaga dan institusi yang bergerak pada bidang Space Science juga sudah mencanangkan untuk membuat platform baru bernama ISSS – Indonesia Space Science Society.
Tahun 2015, HONF Foundation dan Catec berhasil mengumpulkan lebih dari 300 partisipan dan membuat sebuah platform sebagai wadah bagi para maker, inovators, dan praktisi untuk kembali mengadakan festival yang terdiri dari workshop, sarasehan, konferensi, pelatihan, pameran, residensi, dan juga project-project kolaborasi, khususnya Asia Tenggara dan Indonesia, yaitu mereka yang datang dari 21 negara dan 15 provinsi di indonesia, dengan nama TRANSFORMAKING.
TRANSFORMAKING bertujuan untuk mengembangkan kekuatan budaya dan kearifan lokal yang didampingi oleh pesatnya laju kecepatan sains dan teknologi secara global. Festival ini juga menandai adanya sebuah parameter baru dari maraknya movement anak muda pada saat itu. TRANSFORMAKING ini juga menjadi salah satu acuan sebagai wadah atau platform yang mampu untuk menterjemahkan pola pikir lama ke dalam sebuah konsep penalaran yang lebih sederhana untuk memahami dinamika kemajuan dan percepatan teknologi. Pada era ini juga muncul beberapa generasi yang lebih muda untuk membuat kelanjutan dari eksplorasi Bio Material, dibukanya kelas-kelas Bio-Art, Perjalanan riset ke beberapa industri, serta munculnya project-project baru lanjutan dari Citizen Class, XXLab, SOYA C[O]U[L]TURE, A.P.L, CELLSKitchen, dan C6H12O6+6O2. Minimal sudah 5 penghargaan dan awards Internasional yang sudah diterima oleh HONF Foundation selama era ini, dan satu penghargaan dari pemerintah daerah dan pusat di era setelahnya.
Tahun 2016, ISSS – Indonesia Space Science Society diresmikan sebagai sebuah institusi, dan memproduksi sebuah konferensi internasional di bidang Space Science dan Space Exploration, bernama SETI – Search for Extra-Terrestrial Intelligence, yang pertama di Asia Tenggara. SETI Festival ini juga diselenggarakan setiap tahun sejak 2016 lalu. Hingga saat ini, ISSS sudah melakukan riset dan penelitian kurang lebih di 40 institusi, lembaga, serta universitas yang bergerak pada bidang Space Science dan Space Exploration dari seluruh dunia. Scientist dan Astronomer penting dari Indonesia yang banyak men-support lembaga ini adalah : Ilham A. Habibie, Premana W. Premadi, dan Gunawan Admiranto.
Tahun 2018, HONF Foundation menempati sebuah tempat baru yang juga memiliki galeri sederhana sebagai ruang untuk berapresiasi dan berpameran. Disamping terdapat laboratorium, tempat ini juga memiliki beberapa ruang tinggal untuk program residensi. Semangat yang terus menyala dan dihasilkan oleh pada penerus yang berusia lebih muda di dalam tubuh HONF adalah sebagai wujud dari proses re-generasi dan ini akan dipresentasikan dalam karya-karya terbaru mereka, seperti : X-PLORE, Spacial, Atlas Of The Dead, UFO-LOGIC, Evolution of The Unknown, (under)standing:(micro)cosmos+(macro)cosmos, DIY Radio Astronomy, Circular Material, C6H12O6+O2, Microbial Dress, dan lain lain.
WE ARE HONF
WE ARE DONE
Dari penjelasan singkat diatas mengenai penanda-penanda penting dari perjalanan dua dekade HONF Foundation, maka pada tahun ke 20, sepanjang tahun 2019 ini, Venzha Christ selaku direktur HONF Foundation dan seluruh co-founder serta HONFISM telah menentukan dan akan mengadakan kegiatan dan project-project sebagai berikut :
– Selama bulan Januari sampai dengan Maret 2019 : Masa persiapan dan Inkubasi guna mengumpulkan data dan materi terseleksi serta apa saja yang akan dibuat sepanjang tahun 2019 ini.
– Kemudian pada Bulan April hingga Desember 2019 : Adalah masa pelaksanaan dan realisasi semua kegiatan terpilih, acara yang dikolaborasikan antar lembaga, dan juga festival-festival.
Divisi HONFablab akan menyelenggarakan project dan kegiatan sbb :
– POP UP Lab / kegiatan mempresentasikan ide inovasi melalui prototyping
– FABKids / kegiatan kerja laboratorium untuk anak-anak
– TRANSFORMAKING / festival bagi para makers
– Residencies / open call untuk tinggal dan berkarya di HONFablab
– Experimenta / seri lokakarya – workshop
– CELLS_chitecture / science, architecture and technology
Divisi HONFactory akan menyelenggarakan project dan kegiatan sbb :
– CELLSBUTTON / media art festival
– HONF Media / kerja kolaboratif bersama komunitas kreatif
– DCMF / praktek dan lokakarya
– HONF Records / musik eksperimental dan dokumentasi
– Citizen Class / kelas terbuka bagi masyarakat
– Residencies / open call untuk tinggal dan berkarya bersama HONFactory
Divisi v.u.f.o.c akan menyelenggarakan project dan kegiatan sbb :
– SETI Festival / search for extra-terrestrial intelligence
– UFO Seminar / seminar bersama betaufo Indonesia
– Space Exploration / riset dan penelitian di bidang space science
– DIY Radio Astronomy / seri lokakarya – workshop
Sedangkan di dalam area HONF Gallery/Space akan diselenggarakan project dan kegiatan sbb :
– Exhibitions / kegiatan pameran yang di kurasi oleh HONFISM
– Collaboration Works / kerja kolaborasi antar komunitas dan institusi
– Community Networks / presentasi beberapa komunitas
(semua rangkaian program dan kegiatan serta festival diatas adalah gratis dan terbuka seluas-luasnya untuk masyarakat umum, untuk datang dan saling berbagi serta berkolaborasi)
———————-
Rangkaian acara ini akan disusun dan diorganisir secara bersama-sama oleh team HONFISM : Langga Jasuma, Galih, Dwiky KA, Bayu bawono, Abdillah F Noor, UpinMelo, Yudhistira, Sagitha Happy A, Gama, Ito, Dadan Geets, Ana S Putri, Chrisna Fernand, Eko, Ipo Hadi, Agus Pengkit, Rasyid, Anggito Rahman, Eka J. Ayuningtyas, Ratna Djuwita, Haryono, Lyana Fuad, Argha Mahendra, Ichan Harem, Reza Wardhana, Yudhis Purwa Anugrah, Irene Agrivina, Haryo Hutomo, A Sudjud Dartanto, Dhoni Yudhanto, Nur Agustinus, dan Yudianto Asmoro.
WE ARE HONF
WE ARE DONE
———————-
(Venzha Christ mendedikasikan cerita panjang ini untuk : Bintang + Dikasapi + Pak Imot + Gentur – REST IN PEACE)
Tahun
Penulis
Bahasa
Penerbit
Tempat Penerbitan
Pranala
Media



