Mendaki Samudera Bunyi: 50 Tahun Sapto Raharjo Beresonansi

Written in

by


Subjek Terkait


Format


Konten

Mendaki Samudera Bunyi: 50 Tahun Sapto Raharjo Beresonansi

Lampiran konten tidak tersedia

Takarir pengantar buku Mendaki Samudera Bunyi: 50 Tahun Sapto Raharjo Beresonansi

Yogyakarta Gamelan Festival sudah berjalan seperempat abad sebagai festival berkelas internasional yang digelar rutin. Berbicara Yogyakarta Gamelan Festival tidak bisa lepas dari sosok (alm.) Sapto Raharjo. Dia menjadi orang yang menginisiasi keberadaan Yogyakarta Gamelan Festival sampai menjadi ajang yang selalu ditunggu pecinta dan pemain gamelan dari dalam dan luar negeri.

Ketika itu, Sapto Raharjo didapuk menjadi divisi musik dalam perhelatan itu. Pada awalnya, ia masih menghadirkan musik-musik mainstream yang menjadi kesukaan mayoritas masyarakat Yogyakarta, seperti rock dan dangdut. Lalu, Pada 1993 dan 1994, Sapto Raharjo membuat studi tentang gamelan. Hasil studi itu diimplementasikan dalam konser musik di FKY pada 1995.

Selain di FKY, Sapto jg sempat menggarap ilustrasi musik konser Cak Nun. Sapto dan Cak Nun telah menjalin pertemanan sejak bersama Sekolah di SMA 3 Yogyakarta. Di mata Cak Nun, Sapto adalah orang yang punya prinsip dan idealisme yang sangat kuat. Sapto tidak pernah berkompromi dengan apa yang diyakininya.


Tahun


Pengampu Publikasi


Bahasa


Penerbit


Tempat Penerbitan


Pranala


Media


KONTRIBUSI

Situs ini dibangun dengan koleksi terbatas yang kami miliki. Kamu bisa menambahkan konten dengan mengisi formulir di bawah ini